Sekedar Forward: Mau Untung Malah Buntung

August 22, 2008 at 12:22 pm 2 comments

Bagi kita yang sering berwara-wiri di dunia internet, pastinya sering mendapat kiriman email dan broadcast dari teman-teman. Tentunya yang dikirm adalah hal-hal yang dianggap baik oleh pengirim. Si pengirim berharap apa yang dikirimnya dapat bermanfaat bagi orang yang dikirimnya. Sebuah tindakan yang manis dan baik ya. Aku juga seneng dapat teman yang suka mengirim artikel-artikel bermanfaat.

Sebagai seorang muslim yang baik, memang kita harus saling mengingatkan dalam kebaikan. Hal ini juga termasuk dalam kategori dakwah. Ilmu yang sudah kita kuasai sebaiknya tidak disimpan saja. Dengan begitu, kita juga akan mendapat pahala dari Allah. InsyaAllah.

Tapi, ada hal yang membuat aku miris. Terkadang dalam mengirimkan artikel / pesan tidak hati-hati. Terkadang si pengirim hanya sekedar ikut-ikutan mem-forward apa yang telah diterimanya. Apa yang diterimanya langsung ditelan mentah-mentah tanpa menelaahnya. Apa yang dianggap baik, walau sumbernya tidak ada, maka akan diteruskan ke teman-teman yang lain. Padahal dalam sebuah tulisan, yang terpenting adalah sumbernya.

Dalam ilmu jurnalistik, sumber tulisan adalah hal terpenting. Tulisan yang tidak memiliki sumber tidak bisa diandalkan, hanya dianggap gosip belaka (hoax). Bahkan tulisan (berita) seperti ini dapat disidangkan jika ada pihak yang merasa dirugikan. Begitu juga dalam keseharian, jika kita mengungkapkan sesuatu yang tidak memiliki sumber, maka dapat dikategorikan sebuah kebohongan. Lalu, bagaimana pula jika mengungkapkan sesuatu yang kita dasarkan sebagai ucapan Rasulullah, Muhammad, shalallahu ‘alaihi wassalam padahal kita juga tidak yakin apakah itu benar-benar ucapan beliau. Termasuk sebuah kebohongan bukan?

Coba bayangkan hukuman apa yang akan kita alami jika kita akan disidangkan dalam masalah berbohong atas nama beliau?

Jadi, bersikap hati-hati itu sangat penting. Janganlah karena mau untung (dapat pahala) jadi buntung karena telah berbohong atas nama Rasulullah, Muhammad, shalallahu ‘alaihi wassalam. Janganlah karena iseng ikut-ikutan forward artikel, jadi termasuk ke dalam golongan penyebar hadist-hadist palsu beliau.

Wallahu’alam. Semoga kita selalu dilindungi oleh Allah dari segala perbuatan yang mendekatkan kita ke dalam neraka-Nya.

Entry filed under: Coretan. Tags: .

Kajian Ilmiah Agustus Psikologi Suami – Istri

2 Comments Add your own

  • 1. eko  |  September 23, 2008 at 7:05 am

    betul…
    “barangsiapa berdusta atas namaku (nama RasuluLlah) hendaknya dia menetapkan tempat duduknya di neraka”

    “barangsiapa menyampaikan hadits yang dia ketahui/tidak bahwa itu palsu maka dia termasuk salah satu dari dua org pendusta/dari para pendusta”

    Mesti hati2, pastikan hadits tersebut shahih, baru di sampaikan.
    Terimakasih mbak atas artikelnya…bagus..

    Reply
  • 2. kaferemaja  |  October 28, 2008 at 6:23 am

    Semua itu dengan cara berilmu dan belajarrrrrrr

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog-ku Lainnya

Designed by Rini Aisyah

Designed by Rini Aisyah

Designed by Rini Aisyah

Statistik Blog

  • 133,865 hits

%d bloggers like this: