Ummat Islam dan Pemimpinnya (4/4)

July 2, 2007 at 8:29 am Leave a comment

4. Membela dan Menolongnya

Barangsiapa yang melawan/ membangkang terhadap pemimpin kaum Muslimin sementara kaum Muslimin telah sepakat untuk mengangkatnya atau menjadi pemimpin dengan kekuatannya, maka ia telah keluar dari atsar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mendatangi kalian dalam keadaan perkara kalian berada dalam satu pemimpin lalu ia hendak mematahkan tongkat (persatuan kalian) atau memecah-belah jama’ah kalian maka bunuhlah ia.” [HR. Muslim dalam shahih-nya, kitab Al Imarah no. 3443]

Hal ini berarti rakyat wajib membela pemerintah dalam kebenaran, meskipun mereka tidak menunaikan hak-hak rakyatnya. Karena hal ini mengokohkan kaum muslimin. Terlebih lagi bila ada sekelompok pembangkang yang ingin memeberontak atau keluar dari keta’atannya.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang telah membaiat seorang imam lalu memberikan hasil tangan (kesetiaan) dan buah hatinya, maka memberilah jika mampu. Jika ada orang lain datang menentangnya, maka bunuhlah yang kedua tersebut.” [HR. Muslim no.3421]

Ibnu Khaldun berpendapat (tentang pembangkangan) bahwa hal itu tidak akan bermanfaat bagi kaum Muslimin. Yaitu mereka yang melakukan revolusioner untuk mengubah sistem pemerintahan. Banyak kaum muslimin yang menjadi terpecah belah dan menjadi korban (wafat).

Hasan Al Bashri berkata, “Sekiranya manusia dapat bersabar atas zhalimnya penguasa maka Allah akan mengangkat derita atas mereka. Akan tetapi mereka lebih memilih pedang yang berbicara. Demi Allah, mereka tidak akan membawa kebaikan walau seharipun.”

Dapatlah kita ambil pelajaran bagaimana kaum Bani Israil bersabar atas kezhaliman Fir’aun. Kesabaran itu telah dijawab oleh Allah hingga binasalah Fir’aun dan bala tentaranya (lebih lengkap dapat dibaca pada surah Al A’raf ayat 137).

Jika para penguasa itu berbuat kezaliman kita dilarang untuk mematuhi mereka dalam kezhaliman tersebut dan kita dilarang untuk keluar dari barisan (membelot dan menentang mereka). Kita diperintahkan untuk mendoakan mereka agar ditunjuki kepada jalan kebenaran dan ketaqwaan.

Pemberontakan pada Penguasa

Adakalanya memberontak pada penguasa diperbolehkan dan diperlukan yaitu dengan memperhatikan syarat-syaratnya. Ada 2 syaratnya, yaitu:
1. Tampak nyata kekafirannya (kafirnya pemimpin tersebut) dan memiliki keterangan yang jelas (tentang kekafirannya itu) dari Al Quran dan As Sunnah;
2. Memiliki kemampuan untuk menggantikan penguasa tersebut tanpa harus merugikan rakyat banyak.

Penguasa Muslim yang tidak berhukum dengan hukum Islam bukanlah syarat mutlak untuk melakukan pemberontakan. Syaikh Shalih bin Ghanim As Sadlan menegaskan bahwa masalah pengkafiran terhadap orang yang tidak berhukum dengan hukum Allah membutuhkan penjelasan secara rinci. Tidak boleh menjatuhkan hukum kafir atas penguasa atau hakim yang tidak berhukum dengan hukum Allah secara mutlak sehingga mengetahui keadaan dan kondisinya dalam masalah ini.

Ada 2 sebab berhukum dengan hukum selain hukum Allah, yaitu:
1. Menghalalkan hukum selain Allah dan meyakini bahwa hukum tersebut tidak layak diterapkan;
2. Yakin dan layak diterapkan namun keputusan bukan di tangannya.

Jika tidak memiliki kemampuan, maka tidak boleh memberontak meskipun telah terlihat kekafirannya yang nyata. Hal ini demi menjaga kemaslahatan bersama. Hal ini bukan karena kekalahan, kelemahan atau sifat pengecut.

Sebab didalam kaedah dikatakan:
“Meninggalkan kerusakan lebih utama dari mengambil kemanfaatan”.

Wallahu a’alm

Rujukan:
– Ushul Sunnah
– As Sunnah 02/VII/1424H/2004M

[selesai]
bagian 1
bagian 2
bagian 3
bagian 4

Entry filed under: Aqidah. Tags: .

Ummat Islam dan Pemimpinnya (3/4) Cara Menghadapi Celaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog-ku Lainnya

Designed by Rini Aisyah

Designed by Rini Aisyah

Designed by Rini Aisyah

Statistik Blog

  • 133,865 hits

%d bloggers like this: