Umat Islam Harus Berjalan dengan Ajaran Islam

June 13, 2007 at 2:35 am Leave a comment

oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

Pertanyaan:
Sebagian orang beranggapan, sebab kemunduran kaum Muslimin adalah akibat fanatiknya mereka dalam berpegang pada agamanya. Syubhat (yang dijadikan argumentasi) ialah, Barat (ketika melepaskan dan membebaskan diri dari semua belenggu agama) dapat mencapai kemajuan peradaban yang demikian pesat.
Syubhat lain yang barangkali menjadi argumentasi pendukung, yaitu demikian banyak serta ladang-ladang tanaman yang demikian subur di Barat. Bagaimana pandangan anda, wahai Syaikh yang mulia?

Jawaban:

Perkataan (tanggapan) semacam ini tidak akan terlahir kecuali dari orang yang lemah iman atau telah kehilangan iman. Tidak mengerti sejarah dan tidak memahami sebab-sebab kemenangan.

Ketika umat Islam pada generasi permulaan berpegang teguh pada ajaran agamanya, mereka mendapat kejayaan, kemenangan, kekuatan, dan otoritas dalam semua sisi kehidupan. Bahkan sebagian orang sampai berkata, “Barat tidak memperoleh manfaat ilmu pengetahuan yang sedemikian maju kecuali setelah mereka menyadapnya dari kaum Muslimin generasi permulaan Islam.”

Akan tetapi kaum Muslimin telah banyak meninggalkan ajaran agamanya. Mereka telah membuat bid’ah dalam urusan agama sesuatu yang tidak ada asal-usulnya dalam Islam, baik dalam hal aqidah, perkataan maupun perbuatan. Akibat inilah, umat Islam mengalami kemunduran besar.

Kami mengetahui secara pasti dan kami berani menyatakan sumpah di hadapan Allah, apabila kita kembali menuju apa yang pernah dilakukan oleh Salafush Shalih (generasi terdahulu yang shalih) dalam menjalankan agama, niscaya kita akan memperoleh ‘izzah (kewibawaan, kejayaan), kehormaan, kemenangan, dan dapat mengalahkan seluruh manusia.

Oleh sebab itu, ketika Abu Sufyan menceritakan kepada Hiraklius, seorang raja Romawi yang ketika itu merupakan negara besar, tentang apa yang dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam beserta para sahabatnya, Hiraklius (menanggapi cerita itu dengan) berkata, “Jika yang engkau katakan benar, maka Muhammad akan menguasai seluruh apa yang ada di bawah kedua kakiku ini.” Setelah Abu Sufyan bersama kawan-kawannya keluar dari hadapan Raja Hiraklius, ia berkata, “Sungguh, perkara Ibnu Abi Kabsyah akan memegang kekuasaan yang benar-benar ditakuti oleh raja bangsa kulit kuning.” [HR Bukhari]

Adapun kemajuan dalam bidang teknilogi dan lain-lain yang dialami oleh negara-negara Barat yang kafir dan mulhid (ingkar), maka Islam sebenarnya tidak melarang kita untuk maju dalam bidang itu, bila kita mau mengambil (peduli) tentangnya. Namun sayang, kita mengabaikan dua-duanya; mengabaikan urusan agama dan mengabaikan urusan dunia. Sesungguhnya Islam tidak menghalangi adanya kemajuan ini. Bahkan Allah berfirman,

“Dan siapakanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggetarkan musuh Allah dan musuhmu.? [QS Al Anfal 60]

“Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rizki-Nya.” [QS Al Mulk 15]

“Dialah Allah yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu.” [QS Al Baqarah 29]

“Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan.” [QS Ar Ra’du 41]

Dan ayat-ayat lain yang menyatakan dengan jelas kepada manusia supaya berusaha, bekerja, dan mencari manfaat (dari dunia) tetapi tidak boleh dengan bayaran agama.

Adapun orang-orang kafir ini, adalah orang-orang yang kafir dari asalnya. Agama yang mereka anggap sebagai agamanya adalah agama yang bathil. agama mereka dengan penyimpangan yang mereka lakukan adalah sama saja, tidak ada bedanya. Sebab Allah Ta’ala berfirman,

“Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya. [QS Ali Imrran 85]

Meskipun orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani memiliki keistimewaan yang membedakan mereka dengan orang kafir lainnya namun di akhirat orang Yahudi dan Nasrani sama saja akibatnya dengan orang kafir lainnya. Karena itulah Nabi Shalallahu ‘alaihi wa salaam bersumpah bahwa tidak ada lain bagi siapa saja di antara umat ini yang mendengar kedatangan Beliau, baik Yahudi maupun Nasrani kemudian tidak mengikuti ajaran yang Beliau bawa kecuali pasti ia menjadi penghuni neraka. [HR Muslim]

Jadi, sejak asalnya, mereka adalah orang-orang kafir, baik mereka mengaku beragama Yahudi, Nasrani maupun tidak.

Adapun hujan serta kamakmuran lain yang mereka memperolehnya sebagai bencana dan ujian dari Allah. Allah sengaja mendahulukan perolehan kabiakan bagi mereka hanya dalam kehidupan dunia. Sebagaimana Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda kepada Umar bin Khaththab ketika Umar melihat pada sisi tubuh beliau ada bekas tikar, sehingga Umar menangis lalu berkata, “Wahai Rasulullah. Bangsa Persia dan bangsa Romawi hidup dengan penuh kemewahan sedangkan Anda sedemikian ini keadaannya.” Maka Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, yang artinya: “Wahai Umar. Mereka adalah bangsa yang dipercepat memperoleh kebaikan-kebaikan mereka dalam kehidupan dunia mereka. Apakah engkau tidak ridha bila mereka hanya mendapatkan dunia sedangkan kita mendapatkan akhirat?” {HR Bukhari dan Kemudiuslim dengan lafal yang berbeda]

Kemudian mereka juga ditimpa oleh kekeringan, bencana-bencana, gempa-gempa, dan badai-badai yang meluluhlantakkan, sebagaimana sudah diketahui bersama dan disiarkan di radio-radio, koran-koran, dan media-media lain. Tetapi orang-orang yang melancarkan syubhat, sebagaimana dalam pertanyaan di muka adalah orang buta. Allah membutakan pandangannya hingga tidak mengetahui kenyataan dan fakta yang terjadi.

Nasihat saya kepada orang ini, hendaknya ia bertaubat kepada Allah Ta’ala dari pendangan-pendangan (salahnya) itu sebelum tiba-tiba maut menjemputnya. Hendaknya ia segera rujuk kepada Rabb-nya. Hendaknya pula ia mamahami bahwa tidak ada kejayaan, kemuliaan, kemenangan, dan kepemimpinan bagi kita kecuali jika kita rujuk (kembali) kepada Dinul Islam. Rujuk dalam arti sebenar-benarnya yang dibuktikan melalui lidah dan perbuatan. Dia hendaknya juga memahami bahwa apa yang melandasi orang-orang kafir itu adalah kebatilan bukan kebenaran. Tempat kembali mereka adalah neraka sebagaimana Allah telah memberitakan hal itu dalam Kitab-Nya dan melalui lisan Rasul-Nya Shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Pemberian dari Allah yang berupa kenikmatan-kenikmatan ini, tidak lain kecuali merupakan bencana, ujian, dan percepatan kebaikan bagi mereka. Sehingga manakala mereka binasa dan meninggalkan kenikmatan-kenikmatan ini menuju neraka jahim akan menampakkan rasa sakit, kekecewaan, dan kepedihan pada mereka. Ini merupakan salah satu hikmah Allah Ta’ala. ketika menjadikan mereka hidup dalam kenikmatan ini, disamping juga mereka -sebagaimana sudah saya katakan di atas- tidak akan terlepas dari kesengsaraan.

Saya memohon kepada Allah agar Dia memberikan hidayah dan taufiq kepada orang yng menanyakan soal tersebuat di muka. Juga agar Allah mengembalikannya kepada kebenaran, dan menjadikan kita semua memiliki bashirah (pandangan yang benar) terhadap agama kita. Sesungguhnya Allah Maha luas kebaikan serta pemberian-Nya.

Demikianlah fatwa yang dapat memberikan keterangan baik sehingga orang tidak salah dalam menjalankan aqidah Islamiyah dan ajaran Islam.

Kaum Muslimin akan mendapat kehormatan, kebaikan, kewibawaan, dan kejayaan bila mereka merujuk secara benar hanya kepada ajaran yang dibawa oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, manusia yang paling kita cintai.

Wallah Al Muwaffiq.

[Sumber: As Sunnah 01/VIII/1425H/2004M]

Entry filed under: Aqidah. Tags: .

Iman kepada para Rasul-Nya Ummat Islam dan Pemimpinnya (1/4)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog-ku Lainnya

Designed by Rini Aisyah

Designed by Rini Aisyah

Designed by Rini Aisyah

Statistik Blog

  • 133,865 hits

%d bloggers like this: