Iman kepada para Rasul-Nya

June 9, 2007 at 7:20 am Leave a comment

“Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu.” [QS. Ghafiir :78]

Dalam Al-Quran disebut dua puluh lima. Wajib mengimani mereka namun kita tidak diperintahkan untuk melaksanakan syariat-syariat mereka, kecuali yang selaras dengan syariat yang abadi, yaitu syariat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Syariat yang dibawa oleh beliau adalah syariat yang terus berkelanjutan hingga Hari Kiamat.

Mempercayai bahwa Rasul pertama yang membawa Risalah dari Allah adalah Nabi Nuh alaihisallam dan yang terakhir adalah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah berfirman dalam surah an-Nisa’ : 163,
“Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberi wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudian.”

Mempercayai bahwa para rasul adalah manusia biasa. Para rasul tidak mempunyai sifat ketuhanan.

Allah berfirman dalam surat Al-A’raaf : 188,
“Katakanlah, ‘Aku tidak kuasa mendatangkan manfaat dan tidak pula kuasa menolak mudharat untuk diriku kecuali dengan kehendak Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku mendapat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi kaum yang beriman.'”

Mempercayai bahwa syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah mencakup semua ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi sebelumnya.

Allah berfirman dalam surah Asy-Syuuraa : 13,
“Allah telah mensyariatkan (memerintahkan) agama sebagaimana telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh, dan yang Kami wahyukan kepadamu dan yang Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan Isa (yaitu), ‘Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah-belah.'”

Mempercayai bahwa syariat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah Dinul Islam. Diridhoi Allah sebagai agama bagi hamba-hamba-Nya. Allah tidak menerima selain Islam.

Allah berfirman dalam surat Ali Imran : 19,
“Sesungguhnya agama yang diridhoi di sisi Allah hanyalah Islam.”

Termasuk kafir bila mengatakan ada agama lain (Yahudi, Kristen, dll) yang diterima Allah dan mengatakan ada nabi lain setelah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Mempercayai bahwa sesudah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam ada Khulafaur Rasyidin yang menjadi pemimpin kaum muslimin. Generasi umat saat itulah yang terbaik. Umat yang terbaik adalah generasi sahabat kemudian tabi’in kemudian tabi’it tabi’in. Dan senantiasa ada sekelompok dari setiap umat dan generasi yang selalu berpegang dengan kebenaran dan tiada tersentuh oleh bahaya dari orang-orang yang menghinakannya.

Adapun bentuk fitnah antara para sahabat adalah perbedaan takwil atau ijtihad dalam hal furu’ (cabang). Siapa yang benar mendapat dua pahala dan siapa yang salah akan mendapat satu pahala di sisi Allah. Dan kesalahan merekapun diampuni oleh Allah. Kita di zaman sekarang ini janganlah terseret ikut mempergunjingkan mereka.

Sumber:
1. Peran Iman dalam Ibadah (Al-Imanu wal Ibadah), Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.
2. Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.

Entry filed under: Aqidah. Tags: .

Kasmaran dan Pengobatannya Umat Islam Harus Berjalan dengan Ajaran Islam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog-ku Lainnya

Designed by Rini Aisyah

Designed by Rini Aisyah

Designed by Rini Aisyah

Statistik Blog

  • 133,865 hits

%d bloggers like this: