Kasmaran dan Pengobatannya

May 31, 2007 at 3:51 am 10 comments

Mencintai merupakan fitrah manusia. Namun bagaimana jika cinta yang dimiliki termasuk cinta yang terlarang? Atau mencintai bukan pada orang yang benar, bukan pada waktu yang tepat? Memang, mencintai dan dicintai terkadang tidak dapat kita atur sedemikian rupa sehingga selalu dapat kita kontrol dengan baik. Ada baiknya, ketika cinta ini sudah mulai tercium semerbaknya, mulailah untuk dihindarin. Cinta ini, kaum muda menyebutnya VMJ atau Virus Merah Jambu. Sebuah virus yang dapat menyerang siapa saja.

Orang yang sudah mulai tertular virus merah jambu ini harus segera mencari cara tuk mengobatinya. Hal utama yang dipikirkan adalah apakah orang yang dicintainya itu dapat dinikahinya atau tidak. Dan apakah dirinya sudah mampu untuk menikah atau tidak. Jika iya, menikah dengannya adalah obat yang paling mujarab. Jika ternyata orang yang dicintai tidak dapat dinikahi maka tetaplah menikah dengan orang lain. Beberapa pendapat mengatakan bahwa menikah, melakukan jima’ sesering mungkin dapat meredam gejolak emosi membara (cinta) di dalam hati.

Dapat menikah dengan orang yang dicintai bukanlah sebuah masalah tapi merupakan sebuah anugrah. Namun bagaimana bila tidak dapat menikahinya? Misalnya ternyata dia sudah menikah atau sudah ditolak olehnya walau sudah berkali-kali berusaha menyakinkan dirinya.Tentunya perlu beberapa obat mujarab untuk dapat menghilangkan rasa cinta terpendam itu.

Pepatah mengatakan ‘Dari mata turun ke hati’. Karena itulah Islam juga menjaga adab ini, yaitu sama-sama saling menjaga pandangan terhadap lawan jenis. Apalagi ternyata orang tersebut memiliki kesan tersendiri di dalam hati.

Ibnul Jauzi berkata, “Wajib bagi orang yang tidak sengaja melihat kecantikan wajah yang dipandangnya kemudian dia merasa nikmat di dalam hatinya untuk memalingkan pandangannya. Namun ketika dia terus-menerus memandang atau kembali memandang, maka ketika itulah dia dicela oleh syariat dan akal. Andai saja ada yang jatuh kasmaran walau hanya pandangan yang sekejab, maka sejak dari pandangan tersebut mudah menghapuskannya.” [Zammul Hawa hal 429]

Ibnul Qayyim berkata, “Orang yang berakal jangan terlalu mudah tergelincir jatuh hati dan kasmaran agar tidak ditimpa berbagai kerusakan yang ditimbulkannya, lebih banyak maupun sedikit. Barangsiapa yang sengaja menjerumuskan diri ke dalamnya, maka ia termasuk orang yang menzhalimi diri, yang tertipu dan binasa. Andai saja bukan karena pandangan yang berkali-kali terhadap orang yang dikaguminya san upayanya untuk dapat menyambung benang-benang asmara, pasti pasmaran tidak akan kokoh melanda jiwanya.”

Tak disangkal lagi, hindarilah untuk melihatnya dirinya, fotonya, atau kenangan lainnya. Bahkan, sebaiknya menjauh darinya dengan penuh kesabaran. Sebagaimana ungkapan Zuhair bin Al Hubab Al Kalbi dalam Zammul Hawa (hal 437), “Jika engkau berkeinginan untuk melupakan kekasihmu. Maka menjauhlah darinya sebanyak bilangan malam yang berganti. Engkau tidak akan melupakan kekasihmu kecuali jika dia menjauh. Orang yang baru, tidaklah sama dengan yng telah berlalu.”

Memangkas habis keinginannya, memutuskan seluruh harapan dan dibarengi dengan keinginan keras untuk dapat mengalahkan hawa nafsunya. Jika tindakan itu dirasakan sangat berat, berpikir dan merenunglah bahwa setiap langkah yang dilakukan bila terus menerus mengingatnya akan hanya menambah luka dan setiap tindakan nantinya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Ta’ala. Agar mudah untuk melupakannya, salah satu triknya adalah dengan cara membayangkan segala cela yang terdapat pada dirinya. Jika seseorang merasa kagun terhadap orang lain maka hendaklah dia mengingat kotorannya.

Jangan beri sela waktu berpikir tentangnya. Hindari berbagai keinginan untuk mengenangnya. Buang segala bentuk keinginan rendah itu, kedudukan yang rendah, dan perbuatan yang tercela, segala bentuk yang menghalangi keutamaan.

Sebaiknya mengisi waktu dengan hal-hal yang bermanfaat. Seperti bekerja, berkarya, menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, menziarahi kubur, melihat orang mati, berpikir tentang kematian dan kehidupan setelahnya. Kontinyu di majelis ilmu, duduk bersama orang-orang yang zuhud, mendengar kisah-kisah yang shalih. Memperbanyak amal kebajikan.

Mendekatkan diri pada Allah Ta’ala. Perbanyak shalat. Berdo’a pada Allah agar dipermudah. Allah Ta’ala berjanji akan memenuhi do’a hamba-Nya dalam kondisi terjepit dan do’a ini adalah penolak bencana. Penawarnya, menahan turunnya bala, menyingkirkannya atau meringankannya jika turun.

Yang terpenting adalah sikap ikhlas pada Allah. Ibnu Taimiyyah berkata, “Sesungguhnya jika hati telah merasakan manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya, maka dia tidak akan menemukan hal lain yang lebih manis, lebih indah, lebih nikmat, dan lebih baik dari Allah. Dalam Surat Yusuf ayat 24, Allah menerangkan bahwa Allah akan memalingkan dari hamba-Nya hal-hal yang membahayakannya berupa kecendrungan untuk mencintai makhluk, bergantung padanya. Dan Allah akan menjauhkannya dari segala perbuatan keji karena keikhlasannya pada Allah.” [Al Ubudiyyah hal 99]

[Dari berbagai sumber dan Majalah As-Sunnah 05/VIII/1425H/2004M]

Entry filed under: Tazkiyatun Nafs. Tags: .

Posisi Imam dan Makmum dalam Shalat Iman kepada para Rasul-Nya

10 Comments Add your own

  • 1. Adi  |  June 7, 2007 at 2:01 am

    saya menyukai seorang akhwat dan ingin menikahinya, setiap saat saya selalu terbayang olehnya.

    bila saya memikirkannya saya terkadang selalu berdoa semoga Allah mengijinkan saya untuk mencintainya karena Allah.

    saya butuh saran, terima kasih

    Adi

    Reply
  • 2. bungazahrah  |  June 9, 2007 at 7:19 am

    @Adi,
    semoga dimudahkan oleh Allah tuk segera menikahinya.
    Allhumma amiin….

    Reply
  • 3. dwi  |  June 26, 2007 at 10:04 am

    emang sulit ngelupain orang yang kita cintai……aku juga baru berhasil ngelupain orang itu,setelah melewati waktu yang panjang, dan pergi sejauh mungkin

    Reply
  • 4. cahaya hati  |  December 8, 2007 at 12:52 pm

    wah,,, masalah hati???

    aku juga sedang merasakanya,,,aku mau tanya niy,, kalo masalah jodoh itu gimana siy pengaplikasian ikhtiarnya??? kalo di sekolah kan kalo mo dapet rengking 1 belajar, mau dapet cum laude,, ya pemahaman dan daya abstraksi harus tinggi,,, tapi kalo masalah jodoh aku rada binggung niy,,, mau usaha takut berlebihan,,, bukankan kita harus lebih mencintai Allah dari pada mahluknya???
    tapi bilaman cinta datang tanpa di undang harus gimana???

    apakah aku harus menikahi pria berdasarkan logika saja??? tapi pastilah ada alasan mengapa cinta ini sampai ada di hati ku kan?

    rini jawab :
    jika cinta itu sudah menyusup di hati, segeralah tuk meminangnya, jika mampu. jika tidak, ulasan di atas dusah ada jawabannya.

    Reply
  • 5. Rere  |  February 14, 2009 at 3:50 pm

    Saat ne aq sdg mnglmi pth ati,aq brsykur krn dlm tiap doaq apbila kekshq i2 jdohq tlg dktkn,klw bkn jdohq tlg jaohkn&skrg trjwb sdh klw dy g baek bwt aq&aq sdr bhw tdk blh mncntai se2org mlbhi Allah krn Allah adl sglnya

    Reply
  • 6. nael  |  March 16, 2009 at 9:28 pm

    umm..mm kasmaran yow!!
    aku juja sedang ngrasain,,,mang bener c mengingat kotoran nya akan melupakan nya,, tapi, adapun yang berkata “kasihinilah sesamamu manusia seperti mengasihi dirimu sendiri,,,”
    n jika lari dan menjauh sejauh dan selama mungkin pa ga nama nya pengecut,,,??huft,,t
    membuat orang ga enak tidur,susah makan n g enak ngapa2in…!!
    tu cobaan pa anugrah c??

    Bunga:
    supaya tidak jadi orang pengecut, silahkan lamar wanita sang pujaan hati.
    keren kan…..

    Reply
  • 7. ra_Rha  |  March 29, 2009 at 6:03 am

    cinta adalah aksi bukan emosi,.
    kalo mank qm bener suka ma dia jgn dipendem ungkapin prasaan qm,,,,..

    Reply
  • 8. lail  |  June 23, 2009 at 9:00 am

    Kasmaran………..
    sekarang sih sudah di minta oleh pihak lelaki, tapi rencana untuk menikah masih satu tahun lagi, dengan alasan menabung dulu untuk biaya pernikahan. n ternyata menahan hawa nafsu sampai ke jenjang pernikahan itu sangat sulit sekali… saya bingung sekali, apa yang harus saya lakukan?? apa saya gak usah ketemu saja dengan calon suami saya ya…….

    Bungazahrah:
    Yang paling tau tentang ukhtiy adalah ukhtiy sendiri. Jika itu yang ukhtiy pikir yang terbaik, jalanilah. Dan kemukakan alasan2 yang tepat padanya hingga ia paham ataupun jika bertemu, pilihlah rumah dan bersama keluarga lainnya tidak berdua2an. Juga yang tak kalah penting adalah, jangan terlalu sering smsan dan tlp2an mesra.

    Reply
  • 9. saipul  |  September 9, 2009 at 6:57 am

    WHAT I DOING IF WE LOVING ANYONE???????????
    I CONFUSED AND DO NOT GOOD THINKING…………………….
    HOW MUCH BAD LUCK IF WE CAN A LOVE………………….

    Reply
  • 10. jasri  |  October 17, 2009 at 5:21 am

    wah kalau saya shih lain lagi ceritanya
    kami sudah pacaran 1,5 tahuin namun ortu kami blm tahu kami pacaran sembunyi2,mhn solushinya?

    Bungazahrah:
    lamar aja langsung, nikah. itu lebih baik.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog-ku Lainnya

Designed by Rini Aisyah

Designed by Rini Aisyah

Designed by Rini Aisyah

Statistik Blog

  • 133,865 hits

%d bloggers like this: