Ramalan, Zodiak, Shio …? NO way !!

April 1, 2007 at 6:09 am 19 comments

Ilustrasi :
Sore itu, Mita lagi kesal berat. Bete. Wajahnya cemberut, jelek banget pokoknya. Diambilnya sebuah majalah remaja edisi terbaru, kemudian mulai dibuka-bukanya. Matanya terhenti pada halaman ‘Zodiak Kamu’. Dalam hatinya, Mita berkata, “Zodiak? Gak boleh percaya sama yang beginian. Syirik namanya.” Tapi matanya tak bergerak ke halaman berikutnya. “Hmmm, baca aja gpp kok, asalkan ga percaya.”

Taurus : Tersenyumlah. Kamu akan mendapatkan kejutan manis yang tak terduga.

Secara otomatis, Mita tersenyum. Manis banget senyumnya. Dilanjutnya membaca zodiak.

Tapi hati-hati dengan ulah seorang teman. Tindakan cerobohnya dapat menghancurkan kerjaan yang sudah kamu kerjakan dengan hati-hati. Keahlianmu memang sangat diandalkan.

“Mita,” ungkap Mita dengan bangga. “Kerjaan mana yang gak Mita selesaikan dengan baik? Bagaimana ya kalau Mita gak ada? Kacau balau tuh kayaknya semuanya.”

***

Kira-kira, apakah Mita termasuk orang yang ga percaya pada ramalan? Ada dua kesalahannya:

1. Senyuman manis Mita itu merupakan ungkapan sikap percaya pada ramalan yang sudah dibacanya.
2. Ungkapan membanggakan diri (ujub diri) juga menunjukkan rasa percaya pada ramalan. Bahkan, dalam kalimatnya itu, ia telah menduakan Allah. Dia lupa, bahwa dengan ijin dan kasih sayang Allah sajalah sehingga ia mampu menyelesaikan pekerjaannya itu. Harusnya ia mengucapkan syukur pada Allah karena diberikan kemudahan dan kesempatan juga keahlian dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Lebih jauh tentang ramal-meramal. Kenapa hal itu tak boleh?

Rasulullah saw yang kita sayangi itu adalah utusan Allah. Beliau adalah manusia yang spesial, maksum (terlepas dari dosa karena Allah menjaganya). Beliau banyak mengetahui hal-hal ghoib. Ingat tentang peristiwa Isra’ Mi’raj. Tapi, tau engga, Rasulullah saw aja tidak mengetahui secara rinci apa yang akan terjadi di masa datang. Beliau tidak tau, apakah sebentar lagi akan ada kejutan manis tak terduga, misalnya. Mengenai pengetahuannya tentang beberapa hal ghoib sesuai dengan Firman Allah dalam surah Al-Jinn : 26-27,

“Dia mengetahui yang ghoib, maka Dia tidak menjelaskan kepada seorangpun tentang yang ghoib itu kecuali kepada Rasul yang diridhoi-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjagaan di hadapan dan di belakangnya.”

Jelaslah, dari ayat di atas, dapat diketahui bahwa tak ada seorangpun di dunia ini yang mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, itu semua rahasia Allah. Salah satu bukti ketidaktahuan Rasululullah adalah saat ia tidak mengetahui apakah di dapurnya ada makanan yang dapat dimakan atau tidak. Bila ditanyakannya pada ‘Aisyah ra (istri beliau) dan jawabannya tidak ada, maka Rasulullah hari itu akan berpuasa.

Kalau Rasulullah saja tidak mengetahuinya, masa sih seorang peramal bisa tau. Aneh ga sih? Usut punya usut, ternyata para peramal/ dukun/ orang pintar/ itu mendapatkan info dari para jin dan syetan.

Gini nih dalilnya, dulu sewaktu Rasulullah saw masih hidup, para sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah saw tentang tukang ramal, beliau bersabda, “mereka tidak ada apa-apanya.” Para sahabat bertanya, “wahai Rasulullah, mereka kadang-kadang bisa menceritakan sesuatu yang benar kepada kami.” Maka Rasulullah saw bersabda, “itu adalah kalimat yang benar, yang dicuri oleh jin, kemudian dibisikkan ke telinga para walinya (peramal/ dukun). Maka para dukun tersebut mencampurkan kalimat yang benar tersebut dengan seribu kedustaan (kata-kata manis).” (HR. Bukhari, Muslim, dan Ahmad)

Dari hadist di atas, peramal/ dukun merupakan kaki tangannya jin dan syetan, para walinya. Setan itu memang sukanya menggoda manusia sehingga terjerumus ke jalan yang salah, menjadi teman mereka di neraka nantinya. Rasulullah adalah utusan Allah yang membawa manusia ke jalan yang lurus. Kontradiksi kan? Makanya, bila mengakui perkataan para peramal/ dukun berarti sama saja memilih jalannya setan dan mendustakan Rasulullah sebagai utusan Allah. Hal ini diperkuat oleh hadist:

“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau paranormal lalu membenarkan apa yang dia katakan, maka sungguh dia telah kufur terhadap apa yang dibawa oleh Muhammad saw.” (HR. Abu Daud)

Nah, mudah aja kan, pilih jalan ke surga atau ke neraka? Agar dapat menjaga hati untuk ga tergelincir pada percaya ramalan, tak perlulah zodiak (shio dan ramalan lainnya) dibaca. Cara lainnya, pilihlah majalah Islam yang tidak memuat ramal-ramalan seperti itu. Menyehatkan dan melegakan kan? ^_^

Wallahu’allam…

Sumber: Abdurrahman bin Hasan Alu Asy-Syaikh. Fathul Majid Syarh Kitab Tauhid [Edisi Revisi]

Entry filed under: Aqidah. Tags: .

Iman kepada Malaikat Iman kepada Kitab-kitab-Nya

19 Comments Add your own

  • 1. vina s  |  April 1, 2007 at 6:20 am

    um…emang seh… secara tidak langsung ramalan itu bikin qta syirik, mau-maunya dibo’ongin ramalan…

    Syukron ka, nambah pengetahuan deh🙂

    Reply
  • 2. dwi  |  June 26, 2007 at 9:32 am

    yap. setuju banget,ngapain percaya pada selain Allah,karena cuma Allah yang tau nasib manusia

    Reply
  • 3. nopid  |  September 17, 2007 at 10:42 pm

    kalo sekedar dianggap opini aja gmn??

    Reply
  • 4. bungazahrah  |  October 5, 2007 at 11:50 pm

    @nopid
    riskan juga tuh walau sekedar dianggap opini, jatuh2nya bisa percaya juga.
    wallahu’alam….

    Reply
  • 5. abud  |  October 20, 2007 at 12:24 pm

    oke kk

    Reply
  • 6. pinky  |  January 13, 2008 at 3:33 am

    just for fun aja deh

    Tanggapan Rini :
    Wah, jangan gitu. jangan sampai karena ‘have fun’ itu malah membuka pintu neraka. Sayangilah diri sendiri ^_^

    Reply
  • 7. edi sunarto  |  January 21, 2008 at 2:59 am

    bener banget, sebaiknya ada undang2 yang melarang memuat ramalan i media massa maupun leketronik….

    Reply
  • 8. adam  |  February 19, 2008 at 3:15 am

    Sumber: Abdurrahman bin Hasan Alu Asy-Syaith. Fathul Majid Syarh Kitab, Tauhid [Edisi Revisi]

    Cuma mau meralat, seharusnya “…..Alu Asy-Syaikh. Fathul Majid Syarh Kitab Tauhid …..”

    tanggapan bunga:
    Syukron dah kasih ralatan. Alhamdulillah sudah diubah.

    Reply
  • 9. AYU  |  March 3, 2008 at 3:07 am

    gak percaya banget seh.. tapi iseng boleh dach..

    tanggapan bunga:
    sekali lagi. Hati-hati, jangan sampai tergelincir…

    Reply
  • 10. Hamdani  |  March 12, 2008 at 3:51 am

    hanya orang……. yang sirik yang percaya sama ramalan yang gituan deh……..

    Reply
  • 11. sri melati  |  March 29, 2008 at 6:57 am

    percaya boleh aja,sich.tapi jangan 100% yaaaaa……..
    syirik tau…………..ok!!!!!!!!!!!!!!

    komentar bunga:
    Namanya udah percaya, mo 1% ato 100% tetep aja percaya. Walo cuma 0,000001 %. Tetep sirik.
    hati-hati ya ukhtiy…

    Reply
  • 12. kinoy  |  April 21, 2008 at 7:49 am

    iya kt ga boleh percaya sama ramalan. walopun kadang-kadang (eh sering ding….) tergoda juga buat ngebacanya. maklum suka terselip di koran/media yang lagi dibaca….. ^_^

    Reply
  • 13. Uzie_narciz  |  July 7, 2008 at 1:26 pm

    Oyi…Ntu tul,tp klo sekedar pngn ngebukti2n karakter qt co2k pa g gmn?Tp bkn ramaln ttg keberuntungn dll

    Bunga:
    Berdasarkan apa? Kalau berdasarkan ilmu pengetahuan, misalnya dasar2 karakteristik / sifat2 manusia. Tapi kalau berdasarkan hal-hal yang ghaib, seperti bintang, dll. Wah …. itu kan termasuk tipu daya syaithon.

    Reply
  • 14. Munawir  |  August 13, 2008 at 4:10 pm

    Assalamu’alaikum…………….
    mgkin da sdikit kta2 yg dpt aQ ambil dr hsil zodiak ne….tp G tau pa tu bner or G’….tp stiap aQ bk zodiak ( Ramalan Ne ) pas dgn apa yg aQ rsakan kenapa ya……?

    Bunga:
    Wa’alaykumussalam warahmatullah
    Hati-hati dengan permainan syaithan. Perasaan ada kesamaan itu hanya permainan para syaithan saja, disama-samakan. Padahal, jelas berbeda. Sedikit kita tergelincir, kita bisa terbawa kepada mereka. Bukan terbawa kepada kebaikan tapi keburukan. Dan tempat kembalinya adalah neraka yang mengerikan itu.

    Coba dibaca artikel ini: https://bungazahrah.wordpress.com/2008/05/22/godaan-syaitan/
    Semoga bermanfaat…

    Reply
  • 15. noname  |  September 17, 2008 at 12:19 am

    setuju setuju setuju, mendingan jalani hidup ini apa adnya aja OKE ^_^

    Reply
  • 16. Sugeng  |  October 18, 2008 at 7:16 am

    Kalo langit mendung terus ada kilat. Kalo kita ngomong, ada kemungkinan nanti turun hujan, kalo mau pergi bawa payung. itu ramalan apa bukan ? Itu sirik gak ?

    Bunga:
    Itu kan emang tanda-tandanya mau hujan…. Bukan ramalan.

    Reply
  • 17. alex  |  December 19, 2008 at 8:08 am

    yap ka setuju tuh ga boleh percaya dengan hal2 yang berhubungan dengan namanya ramalan,tu sama ja kita ngeduain allah,lebih baik kita menjalani hidup seiring waktu berjalan.dengan begitu kita tidak diliputi dengan perasaan n rasa yang ada pada ramalan.

    Reply
  • 18. Widi  |  January 7, 2009 at 12:44 am

    Ramalan tu kan cm prediksi, so prcyalah pada tuhan u

    Reply
  • 19. cinta  |  June 23, 2009 at 6:30 am

    menurutku ramalan itu hanya tipuan semata, agar orang2 percaya dengan adanya ramalan, jadinya syirik diech…………..^_^

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog-ku Lainnya

Designed by Rini Aisyah

Designed by Rini Aisyah

Designed by Rini Aisyah

Statistik Blog

  • 133,865 hits

%d bloggers like this: