Hari Gene Masih Ada yang Jutex?

November 19, 2005 at 6:04 am 1 comment

Jutek Bagaimana sebenarnya sifat jutek? Sebagai orang medan, aku pun ga gitu tau defenisi ringkas dari jutek. Sifat jutek ini muncul ke permukaan karena adanya pikiran negatif terhadap orang lain. Contohnya :

Ilustrasi 1

“Lihat deh si Oryza itu,” kata Lili pada Putri, “pasti sebentar lagi dia cari perhatian ke Pak Guruh. Lagaknya aja nanya-nanya. Kecentilan deh. Huh, menyebalkan!”
Putri, temannya, hanya bisa senyum-senyum melihat keirian Lili terhadap Oryza.
“Aku ga iri Put,” seakan Lili bisa membaca pikiran Putri, “Sebel melihatnya. Dia kan cuma pengen dapat perhatian Pak Guruh bukan ingin belajar. Munafik tuh namanya.”
“Kalau Lili terus merengut begini, nanti mukanya bisa jadi serem loh,” celetuk Putri.

Ilustrasi 2

“Rusbi menang,” lapor Aditya pada Andri.
“Rusbi menang?” ulang Andri sambil bertanya.
“Iya,” jawab Aditya mantap.
“Mana mungkin Rusbi bisa mengalahkan Ruslan. Wah, aku mencium adanya permainan. Para juri dibayar berapa tuh oleh Rusbi. Pasti banyak, orang tua Rusbi kan memang kaya berat,” papar Andri seenaknya saja.
Aditya heran mendengar penjelasan Andri, “Loh, Rusbi kan memang pintar Bahasa Arab.”
“Alaa, seberapa hebat dia dibandingkan Ruslan? Pasti Rusbi berhasil nyogok juri,” kata Andri tanpa memperdulikan fakta bahwa Rusbi memang pintar Bahasa Arab dan dia telah bekerja keras untuk bisa mengejar ketertinggalannya dengan Ruslan.

Pikiran negatif ini bersumber dari hati. Hati yang kotor dan sakit akan terpantul pada perilaku yang negatif dan sakit pula.

“Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran, dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS an-Nahl : 108)

Lalu bagaimana tanda hati yang bersih dan sehat? Beberapa tanda hati yang sehat adalah hati yang selalu mencintai, bergantung, khidmat, merindukan, taat, dan berorienasi kepada AllaH SWT.

Menurut Al-Ghazali dalam bukunya Ihya Ulumidin, hati adalah nafs (jiwa) yang didalamnya terhimpun dalam berbagai jenisnya. Ada yang disebut nafs muthmainnah (jiwa yang tenang); nafs lawwamah (jiwa yang mencela); nafs ammarah bisuu’l (jiwa yang selalu menurut pada hal jahat). Kondisi hati inilah yang mempengaruhi diri secara keseluruhan.

Jadi, untuk menjauhkan diri dari jutek, kita harus mampu menata hati supaya bisa selalu bersih dan sehat hingga tercermin menjadi jiwa yang tenang.

Aktifitas Pembersihan hati

1. Istighfar
Memohon ampunan pada Allah. Kita dituntut untuk menyadari dosa yang telah dilakukan dan menyesalinya sehingga timbul perasaan menyesal serta niat yang kuat untuk tidak melakukannya lagi. Istighfar dilakukan terutama saat di hati mulai terasa ada yang menyesak. Mudah-mudahan dengan istighfar, dorongan negatif itu akan mereda dan menghilang. Insya Allah.

2. Zikir pada Allah
Pendekatan diri pada Allah agar selalu dalam lindungan-Nya.
Sabda Rasullah SAW, “siapa yang setiap hari dan malamnya membaca ‘Subhanallah wa bi hamdihi’ seratus kali, maka terhapuslah dosanya, meskipun dosanya itu seperti nuih di laut.” (HR. Bukhary, Muslim dan Malik)

3. Membaca Al-Quran dan menghafalnya
“Dan Kami turunkan dari Al-Quran sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bai orang-orang yang beriman.” (Qs. al-Israa’ : 82)
Penawar, berarti obat bagi penyakit hati yang sangat manjur.

4. Membaca Selawat bagi Rasulullah SAW
Menambah kecintaan pada beliau dan dapat menentramkan kegelisahan.

5. Shalat malam (qiyaamullail)
Shalat malam dapat menenangkan pikiran. Daripada melakukan gudem yang jelas-jelas menumbuhkan penyakit hati, lebih baik kita di rumah istirahat dan melakukan shalat malam.

6. Doa
Semakin sering berdoa, maka semakin tertanam nama Allah dan semakin dekat dengan-Nya. Setiap kegiatan / usaha harus diiringi doa agar kegiatan itu mendapat ridho-Nya. Doa yang dikabulkan adalah doa yang diucapkan dengan sepenuh hati, diulang-ulang, bersabar, dan tidak tergesa-gesa agar dikabulkan, memilih waktu yang makbul, dan makan-makanan yang halal serta sehat

7. Berkumpullan dengan orang-orang yang shaleh
Dengan niat untuk mendapatkan ilmu dan manfaat dari mereka sehingga kita dapat termasuk ke dalam golongan orang-orang yang shaleh dan bertaqwa.

Yaaa, sekarang sudah tau bagaimana cara menghilangkan sifat jutek. Sudahkah kita juteks hari ini?
So, bye bye jutek and welcome baik hati ^_^

Entry filed under: Tazkiyatun Nafs. Tags: .

Percaya Diri yang Islami ? Gue Banget Gitu Loh … Belajar Apa Hari Ini ?

1 Comment Add your own

  • 1. akhwat  |  April 29, 2007 at 4:16 am

    ini yang pengen dibaca lagi.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog-ku Lainnya

Designed by Rini Aisyah

Designed by Rini Aisyah

Designed by Rini Aisyah

Statistik Blog

  • 133,865 hits

%d bloggers like this: