Calon Suami

July 24, 2008 at 7:25 am 7 comments

Seperti apakah lelaki sebagai calon suami yang layak diterima pinangannya? Ada beberapa syarat, yaitu:

A. Syarat-syarat Primer

1. Keimanan dan Akhlak
Keimanan dan akhlak adalah aspek-aspek terpenting yang harus diperhatikan dalam mencari calon suami. Dua aspek inilah yang biasanya dapat menjadikan seorang suami memiliki akidah yang kuat, ketakwaan yang cukup sempurna, kesucian batin, terhindar dari kemaksiatan, dan penyimpangan. Suami yang beriman dan berakhlak baik [InsyaAllah] tidak akan menzalimi istri dan anak-anaknya. Ia takut kepada Allah Swt. untuk melakukan itu.

2. Kemampuan dan Kesanggupan Mencari Nafkah
Secara tegas Islam menuntut suami untuk bertanggung jawab dalam hal urusan finansial. Dengan demikian, seorang laki-laki harus mampu melakukan hal itu dan memiliki pekerjaan untuk memperoleh nafkah yang halal. Untuk mendapatkan suami yang seperti itu, calon istri yang cerdas harus menerima pelamar yang berasal dari keluarga yang baik, terdidik, dan tidak mempunyai rasa gengsi [dalam berusaha / bekerja]. “Sembilan puluh sembilan” persen keadaan finansial keluarga mempengaruhi keharmonisan rumah tangga.

B. Syarat-syarat Sekunder

1. Keilmuan dan Status Sosial
Kita tidak mungkin menafikan aspek keilmuan dan status sosial laki-laki. Aspek keilmuan dan kebudayaan laki-laki tidak mendatangkan kebahagiaan suami-istri secara mutlak. Hal yang terpenting adalah keuletan dan kecerdikan mengolah kehidupan suami-istri. Sebab, berumah tangga adalah seni kehidupan.

2. Kekayaan
Aspek ekonomi adalah penting dalam memilih suami. Namun, Islam menganjurkan agar tidak menolak pemuda yang memiliki sifat-sifat keimanan dan akhlak yang tinggi tetapi sederhana dalam harta. Tidak ada gunanya suami yang sangat kaya tetapi ia tidak memiliki rasa kemanusiaan.

3. Ketampanan dan Keindahan
Ketampanan dan keindahan merupakan dua hal yang dituntut dalam pernikahan. Keduanya memberikan pengaruh yang jelas pada generasi baru. Namun, perlu diingat, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa laki-laki yang tampan secara fisik adalah suami yang ideal. Bahkan, tidak jarang seorang istri merasa stres gara-gara suaminya banyak yang mengagumi karena ketampanannya. Lain halnya dengan benda kurang bagus dan tidak ‘bermodel’ : cukup jarang peminatnya.

Lamaran yang Layak Diterima dan yang Harus Ditolak

Ketika seorang laki-laki mengajukan lamaran kepda seorang wanita, maka tanyakanlah pada laki-laki tersebut tentang tujuannya menikah. Lalu, tanyakan kepadanya mengapa ia melamar? Mintalah jawabannya dengan jujur : Tidak dibuat-buat! Apakah karena kecantikannya, status sosial, kekayaan ayahnya, atau ke-centilan-nya? Ataukah tujuannya adalah kekayaan ruhaniah dan spiritual, menginginkan kemuliaan dan kemanusiaan, atau ia tidak mempedulikan masalah-masalah ini?

Ayah dan kerabat lainnya harus dilibatkan dalam “mengkaji” keadaan pelamar dari seluruhnya aspeknya. Setelah itu, barulah ia dapat mengambil keputusan akhir yang harus benar-benar terhindar dari “sentimen rasa” dan subjektivitas.

Pelamar yang harus ditolak secara tegas oleh calon istri yang cerdas adalah pemuda yang lemah iman dan pencandu minuman keras. Harus ditolak pelamar yang tidak memiliki kepedulian, tidak bisa dipercaya, dan tidak mau bertanggung jawab. Harus ditolak juga pelamar yang seluruh wataknya bertolak belakang dengan watak dan akhlak wanita itu, yang memaksa untuk menerapkan pemikirannya, dan tidak membuka peluang untuk berdiskusi. Selanjutnya, pelamar yang boleh ditolak adalah yang memiliki perbedaan usia yang sangat jauh karena hal itu kadang-kadang menimbulkan masalah-masalah yang berpengaruh terhadap keturunan yang akan datang.

(sumber: Afwan, bukunya ditinggal di Medan, ga ingat judulnya)

About these ads

Entry filed under: Fiqh, Pernikahan. Tags: , .

Tipologi Rumah pada Keluarga Muslim Jadwal Ta’lim di Slipi, Jakarta Barat

7 Comments Add your own

  • 1. afraafifah  |  July 25, 2008 at 12:48 pm

    jadi..kapan nih ka..? :oops: hehehe..

    Bunga:
    kapan ya? wallahu’alam

    Reply
  • 2. Sadat ar Rayyan  |  July 25, 2008 at 2:56 pm

    Tapi banyak yang menerapkan standar tinggi sih :D
    loh?? skrg gak di medan ya mbak?

    Bunga:
    Klo kriteria, hak azazi kali ya :D
    Ana lagi ga di medan nih. Lagi bikin sumpek di kota orang :D :D

    Reply
  • 3. herr  |  August 22, 2008 at 2:52 am

    assalamu’alaykum,

    syarat2 tersiernya kok nggak ada mbak? :mrgreen:

    Bunga:
    wa’alaykumussalam warrahmatullah. Emang harus ada ya? :D

    Reply
  • 4. lischantik  |  September 9, 2008 at 1:31 pm

    Ulasan yang bermanfaat bgt lilis jadi memiliki info tambahan tentang hal tsb

    Reply
  • 5. anne  |  October 8, 2008 at 4:39 am

    hmmmm……
    logis g yah kalu keluarga mematok punya pasangan harus yang gni gtu…

    Reply
  • 6. mutia_kemala  |  November 8, 2008 at 7:08 am

    bismillah
    assalammu’alaikum warahmatullah
    senengnya bisa masuk juga.
    maren sempat masuk 1x. ni ty datang lgiiie.
    ty copy paste ya bbrapa artikel kakak…
    miz u soo..
    doakan ty mg bs tamat kak.
    pnuh liku en terjal bikin mumet en puyengs berat,
    oya kak… disana kakak tau gak es em pe d blakang smu n 1 jakarta.
    klo tau kasih tau ty yaa…
    doakan ty ya
    barakallahufiik
    wassalammu’alaikum warahmatullah

    Kk:
    Wa’alaykumussalam warrahmatullahi wabarakatuh.
    kangen juga ni ma tya n teman2 di Medan.
    Silahkan di baca, simpan, copy-paste, dll.

    Reply
  • 7. Abdillah Akbar  |  January 16, 2009 at 3:35 pm

    Kterianya mantap lo..walaupun berat..tapi memilih calon suami itu memang bukan hal yang sederhana sih. Suami kan pemimpin..jadi wajar klo untuk memilih pemimpin itu saratnya harus njlimet. Tapi klo boleh usul..klo nggak bisa dapet ideal..yang standar minimal pun nggak papa kan? kasian lo, para ikhwan..klo saratnya terlalu rumit

    Rini:
    Secara teori seperti ini yang ana ketahui. Seperti juga teori untuk mendapatkan seorang istri bagi pria. Praktek di lapangan ya, disesuaikan aja dengan keadaannya. Toh, manusia ga ada yang sempurna.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog-ku Lainnya

Designed by Rini Aisyah

Designed by Rini Aisyah

Designed by Rini Aisyah

Statistik Blog

  • 119,290 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: